Musim kemarau (April–Oktober) — laut tenang, pelatihan mudah
Bulan-bulan kering, Selat Lombok rata seperti kaca di pagi hari. Perjalanan kapal mulus, gelombang permukaan hampir hilang, dan penyelaman Open Water 12–18 m berada di kondisi termudah. Visibilitas 20–30 m dan memuncak di pertengahan musim kemarau — sedikit plankton di air berarti lebih banyak cahaya yang masuk. Juli–Agustus puncak musim (pesan akomodasi lebih awal); September–Oktober sweet spot — kondisi tenang, lebih sedikit pelancong.
Musim hujan (November–Maret) — musim manta, visibilitas lebih rendah
Mengejutkan, musim hujan adalah saat *hewan-hewan besar* muncul. Air monsun yang kaya plankton menarik manta ke Manta Point lepas Gili Trawangan (puncak Nov–April per [kalender selam Indonesia](https://aboutdiving.com/indonesia-diving-calendar/)). Plankton yang sama menurunkan visibilitas ke 15–20 m — masih sangat bisa diselami, hanya kurang sensasi "melihat seluruh karang sekaligus". Hujan turun dalam guyuran singkat dan deras, biasanya malam atau sore, jadi jadwal kapal jarang terganggu.
Yang Anda lihat, setiap bulan
**Penyu sepanjang tahun** — hijau dan sisik, sering di stasiun pembersihan 8–12 m. **Hiu karang** di Shark Point dan Deep Turbo, biasanya Desember–April. **Manta** di Manta Point November–April. **Mola mola** ada di Nusa Penida, bukan Gili — tapi dengan satu hari ekstra, day trip bisa. Makro (frogfish, ghost pipefish, nudibranch) ada di Mirko's Reef dan Hans Reef hampir setiap bulan, kepadatan tertinggi di Mei dan Oktober.